Indonews.web.id, Aceh,BANDA ACEH – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh terus berupaya memastikan kondisi kesehatan para penghuninya tetap terjaga secara optimal.
Melalui tim kesehatan Klinik Rutan, jajaran setempat kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan atau Promosi Kesehatan (Promkes) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (07/05/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan ini mengangkat tema sentral “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat, bersih, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit menular.
Edukasi Komprehensif di Lingkungan Padat Interaksi
Mengingat Rutan merupakan lingkungan dengan tingkat interaksi antarindividu yang cukup tinggi, tim medis memberikan pemaparan materi secara mendalam.
Para warga binaan diajak untuk memahami bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan dimulai dari kesadaran diri masing-masing.
Poin-poin utama yang ditekankan dalam penyuluhan tersebut meliputi:
- Kebersihan Personal: Pentingnya mandi secara teratur dan menjaga kebersihan pakaian.
- Protokol Kebersihan Tangan: Membudayakan cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas atau makan.
- Pola Makan Sehat: Mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan untuk menjaga imunitas tubuh.
- Sanitasi Lingkungan: Gotong royong dalam menjaga kebersihan kamar hunian agar tidak menjadi sarang kuman atau serangga pembawa penyakit.
Upaya Preventif dan Berkelanjutan
Kegiatan Promkes ini tidak hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga menjadi wadah diskusi antara warga binaan dan tim medis mengenai keluhan kesehatan yang sering muncul.
Dengan edukasi yang tepat, diharapkan angka kesakitan di dalam Rutan dapat ditekan secara signifikan.
Pihak Rutan Kelas IIB Banda Aceh menegaskan bahwa kesehatan warga binaan adalah salah satu hak dasar yang wajib dipenuhi.
Melalui pemahaman PHBS yang baik, warga binaan diharapkan dapat menjalani masa pembinaan dengan fisik yang bugar, sehingga dapat mengikuti seluruh program rehabilitasi dan kemandirian dengan maksimal (Zul).













