PERKUAT KOMUNIKASI DAN DETEKSI DINI, KALAPAS AMPANA TURUN LANGSUNG MENYAPA WARGA BINAAN DI BLOK HUNIAN

Indonews.web.id, Sulteng,AMPANA – Dalam upaya memperkuat komunikasi, meningkatkan pengawasan, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana, Febriansyah, melakukan aksi jemput bola dengan turun langsung menyapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (07/05/2026).

​Kegiatan kontrol blok hunian ini dilaksanakan bersama jajaran Pejabat Struktural sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendengarkan aspirasi sekaligus memastikan stabilitas keamanan di dalam Lapas.

​Pendekatan Humanis dan Kekeluargaan

​Kehadiran Kalapas di tengah-tengah warga binaan bukan sekadar pengawasan formal, melainkan upaya membangun komunikasi yang harmonis.

Dengan pendekatan yang humanis, Febriansyah memastikan bahwa proses pembinaan berjalan sesuai aturan tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

​Melalui dialog terbuka di blok-blok hunian, warga binaan memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun keluhan secara langsung.

Hal ini memungkinkan setiap persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak manajemen Lapas.

​Motivasi dan Arahan Penting

​Selain berdialog, Kalapas juga memberikan motivasi agar para warga binaan tetap semangat mengikuti seluruh program pembinaan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan kamar, mempererat rasa kebersamaan, dan saling menghormati antar sesama penghuni demi terciptanya lingkungan yang nyaman.

​Namun, di samping pendekatan yang lembut, Kalapas tetap bersikap tegas dalam menjaga integritas lembaga.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada ruang untuk penggunaan telepon genggam (handphone) secara ilegal maupun penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.

Mari kita jaga komitmen ini bersama demi kebaikan kalian semua dan marwah institusi kita,” tegas Febriansyah saat memberikan pengarahan di hadapan para warga binaan.

 

​Deteksi Dini Gangguan Keamanan

​Langkah turun lapangan ini juga berfungsi sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dengan melihat langsung kondisi fisik bangunan serta interaksi antar penghuni, Lapas Ampana berupaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan secara preventif.

​Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara petugas dan warga binaan, sehingga Lapas Kelas IIB Ampana tetap menjadi tempat pembinaan yang produktif, aman, dan berintegritas tinggi (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul