Optimalkan Tata Kelola Aset, Lapas Gunung Sugih Ikuti Sosialisasi PMK 40/2024 dan Bimtek SIMAN V2

Indonews.web.id, METRO – Dalam rangka memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset negara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih mengikuti kegiatan strategis di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (06/05/2026) ini berfokus pada Sosialisasi PMK 40 Tahun 2024 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan sistem digitalisasi terbaru.

​Bertempat di Aula Lt. 4 KPKNL Metro, kegiatan ini menjadi ajang bagi para pengelola Barang Milik Negara (BMN) untuk memperbarui pemahaman mengenai tata cara penggunaan aset yang selaras dengan program pembangunan nasional.

​Menuju Digitalisasi Aset yang Terintegrasi

​Kegiatan yang diinisiasi oleh KPKNL Metro ini menghadirkan serangkaian materi krusial guna mendorong pengelolaan aset yang lebih modern. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Implementasi PMK 40 Tahun 2024: Mengenai tata cara pelaksanaan penggunaan BMN terbaru.
  • Peran BMN dalam Program Asta Cita: Bagaimana aset negara dapat mendukung program strategis pemerintah secara optimal.
  • Bimtek SIMAN V2: Pengenalan dan praktik langsung aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) versi terbaru.
  • Aplikasi Lelang Indonesia V2: Sosialisasi sistem lelang digital yang lebih transparan dan efisien.

​Komitmen Tertib Administrasi

​Kepala Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, Sastra Irawan, menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya dalam bimtek ini adalah langkah wajib untuk memastikan aset di Lapas Gunung Sugih dikelola secara profesional.

​”Kami berharap jajaran pengelola BMN di Lapas Gunung Sugih dapat semakin memahami tata kelola aset negara yang baik dan tertib administrasi, serta mampu mengikuti perkembangan sistem digitalisasi yang ada,” ujar Sastra.

 

​Beliau juga menambahkan bahwa pengelolaan BMN yang akuntabel merupakan fondasi penting dalam mendukung transparansi kinerja di lingkungan pemasyarakatan.

​Harapan Kedepan

​Melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang intensif, para peserta diharapkan dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di satuan kerja masing-masing.

Dengan penguasaan SIMAN V2 dan pemahaman regulasi terbaru, Lapas Gunung Sugih berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi petugas demi mewujudkan birokrasi yang efektif dan berorientasi pada hasil (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul