MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI BALIK TEMBOK PEMBINAAN: PERPUSTAKAAN KELILING SAMBANGI LAPAS TAKALAR

Indonews.web.id, Sulsel,Takalar – Suasana berbeda terlihat di dalam area blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar.

Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias menyambut kehadiran layanan Perpustakaan Keliling yang dihadirkan atas kerja sama sinergis dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar.

​Program jemput bola ini sengaja dihadirkan untuk menumbuhkan budaya literasi dan memberikan akses membaca yang lebih luas bagi para warga binaan di balik tembok pembinaan.

Beragam buku bacaanmulai dari buku keterampilan, keagamaan, sastra, hingga motivasi tersedia dan langsung diserbu oleh warga binaan untuk menambah wawasan sekaligus mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang positif dan edukatif.

​Memenuhi Hak Literasi dan Mendorong Minat Baca

​Melalui kerja sama yang erat ini, Lapas Kelas IIB Takalar terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan, salah satunya adalah hak untuk mendapatkan akses informasi dan pendidikan (literasi).

Pihak Lapas menyadari bahwa proses pembinaan yang berhasil tidak hanya menyentuh aspek fisik dan keterampilan kerja, tetapi juga harus menyentuh aspek intelektual dan mental.

​Mendorong tumbuhnya minat baca di dalam Lapas dinilai sebagai bagian dari proses pembinaan yang sangat bermanfaat dan berkelanjutan.

Dengan membaca, warga binaan diajak untuk terus mengasah pola pikir mereka agar tetap produktif dan adaptif terhadap perkembangan dunia luar.

​Membuka Jendela Ilmu untuk Masa Depan yang Lebih Baik

​Kehadiran perpustakaan keliling ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

Buku-buku bertema keterampilan praktis, misalnya, menjadi salah satu yang paling diminati karena dapat menjadi modal pengetahuan mereka saat bebas nanti.

​Pihak manajemen Lapas Takalar menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.

Budaya membaca diyakini memiliki kekuatan besar dalam mengubah karakter seseorang ke arah yang lebih baik.

​”Membaca membuka jendela ilmu, membangun empati, dan memperluas cara pandang.”

 

​Melalui untaian kalimat penuh makna tersebut, program ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana hiburan pembunuh waktu, melainkan menjadi jembatan transformasi diri bagi para warga binaan agar siap kembali berkontribusi positif dan membawa paradigma baru saat kembali ke tengah masyarakat kelak (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul