Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Dua Kali pada Rabu Pagi, Kegempaan Masih Tinggi

Indonews.web.id, Lampung, SELAT SUNDA — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami peningkatan pada Rabu (26/8/2026).

Selain memuntahkan material erupsi sebanyak dua kali pada pagi hari, pos pengamatan mencatat serangkaian aktivitas kegempaan yang cukup tinggi.

​Berdasarkan data pengamatan periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 11 kali gempa letusan/erupsi, 19 kali gempa hembusan, 5 kali gempa harmonik, serta 1 kali tremor kontinyu.

​”Selain mengamati secara visual, kami juga terus memantau aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau. Semua rekaman gempa dicatat dan dianalisis untuk melihat perkembangan aktivitas vulkaniknya,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi, Rabu (26/8/2026).

Rincian Erupsi Rabu Pagi (26 Agustus 2026)

  • Erupsi Pertama (08.41 WIB): Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak (357 mdpl). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak mengarah ke barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi 24 detik.
  • Erupsi Kedua (09.31 WIB): Berselang sekitar 50 menit dari erupsi pertama, Gunung Anak Krakatau kembali meletus dengan tinggi kolom abu mencapai 100 meter di atas puncak (257 mdpl).

​Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau dalam radius aman yang telah ditetapkan serta selalu memantau arahan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Zul/Rls).

Penulis: ZulEditor: Zul