Indonews.web.id, Lampung, LAMPUNG TIMUR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dipastikan bakal diperketat.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung menegaskan bahwa langkah pencegahan tidak boleh lagi bersifat reaktif, melainkan mengedepankan deteksi dini dan sinergi lintas sektor secara menyeluruh.
Komitmen ini ditegaskan usai rapat koordinasi dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Posko Karhutla, Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Selasa (24/9/2026).
Rapat lintas instansi tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, serta jajaran BPBD, Manggala Agni, pengelola TNWK, dan organisasi nonpemerintah (NGO) konservasi.
Pentingnya Perlindungan Ekosistem TNWK
Kepala Balai TNWK M. Zaidi menyampaikan bahwa TNWK mencakup areal seluas 125.631 hektare yang terbagi dalam lima zona (inti, penyangga, pemanfaatan, rehabilitasi, dan khusus). Kawasan konservasi ini memainkan peran vital sebagai ekosistem pendukung dan habitat alami satwa yang dilindungi, termasuk gajah Sumatera.
Mengingat nilai strategis kawasan ini, pimpinan jajaran keamanan dan pemerintah daerah memberikan penekanan khusus terkait strategi penanganan:
- Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi: Menegaskan personel di lapangan dilarang hanya menunggu api membesar. “Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan daerah rawan, dan kesiapsiagaan personel harus menjadi prioritas. Jangan gadaikan kelestarian hutan demi kepentingan sesaat,” tegas Pangdam.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan daerah rawan, dan kesiapsiagaan personel harus menjadi prioritas. Jangan gadaikan kelestarian hutan demi kepentingan sesaat,” tegas Pangdam.
- Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki: Menggarisbawahi pentingnya kecepatan dalam merespons munculnya titik api kecil. “Kunci utama ada pada sinergi dan respons cepat. Jangan sampai persoalan kecil dibiarkan berkembang menjadi bencana besar,” kata Danrem.
“Kunci utama ada pada sinergi dan respons cepat. Jangan sampai persoalan kecil dibiarkan berkembang menjadi bencana besar,” kata Danrem.
“Jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, proses hukum akan berjalan tegas tanpa kompromi,” ujar Kapolda.
Tinjau Langsung Jalur Penyeberangan Tanggul
Usai melangsungkan koordinasi, rombongan bertolak menuju lokasi rawan di Desa Braja Luhur untuk meninjau titik penyeberangan tanggul.
Di lokasi tersebut, Pangdam mengecek langsung kesiapan personel Tim Alva TNWK, ketersediaan peralatan, serta keandalan alur komunikasi.
Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh unsur pendukung dapat beroperasi dan siaga selama 24 jam penuh guna mengantisipasi timbulnya potensi karhutla di wilayah TNWK (Zul/Rls).













