Indonews.web.id, Lampung, LAMPUNG UTARA – Penyisiran yang dilakukan personel kepolisian di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara berakhir dengan kontak senjata sengit.
Seorang pria berinisial PHP (30), yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Satresnarkoba Polres Lampung Utara, tewas diterjang timah panas petugas setelah nekat melancarkan tembakan secara mendadak.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengonfirmasi penindakan tegas tersebut. “Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara.
Dalam proses penindakan terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” jelas Yuni.
Berawal dari Laporan Masyarakat
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga mengenai adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan senjata api ilegal.
Saat petugas menyisir area Muara Jaya yang sedang meramaikan acara hiburan musik, pelaku PHP mendadak menembakkan senjata api ke arah personel pengamanan.
Baku tembak tak terelakkan. Petugas merespons perlawanan tersebut hingga pelaku melayang nyawanya.
Kondisi Korban dan Barang Bukti
Insiden ini mengakibatkan PHP tewas di tempat dan jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Pihak keluarga pelaku menyatakan menolak opsi autopsi.
Sementara itu, tiga personel polisi yang tertembak dilarikan ke RS Handayani Kotabumi:
- BA: Mengalami luka tembak di bagian perut dan kini dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung.
- AA: Mengalami luka tembak pada kaki kanan.
- AAC: Mengalami luka gores di area pelipis.
Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menyita sejumlah barang bukti:
- 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver warna chrome dengan gagang cokelat
- 2 butir amunisi aktif kaliber 9 mm
- 3 selongsong peluru bekas pakai
Polisi mengindikasi PHP tak sekadar DPO kasus narkoba, tetapi juga terlibat jaringan peredaran senjata api ilegal di Lampung Utara. Penyidik hingga kini masih terus mendalami asal-usul senjata tersebut guna membongkar jaringan lain yang terlibat (Zul/Rls).













