Indonews.web.id, Lampung, — Perlindungan terhadap anak dan penanganan kenakalan remaja tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian semata.
Peran keluarga dan lingkungan terdekat dinilai jauh lebih krusial sebagai fondasi utama penentu masa depan anak.
Hal tersebut ditegaskan oleh Yuni, yang menyoroti pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era modern.
Menurutnya, keluarga harus menjadi ruang aman sekaligus benteng pertama yang memberikan edukasi moral, etika, dan nilai-nilai kehidupan.
“Perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian. Keluarga menjadi benteng pertama dalam memberikan edukasi sekaligus membentuk kemampuan anak dalam mengambil keputusan,” ujar Yuni.
Ia menambahkan bahwa pengaruh lingkungan sosial dan pergaulan sering kali menjadi faktor utama yang menjerumuskan anak-anak ke dalam tindakan berisiko atau pelanggaran hukum.
Oleh karena itu, edukasi di rumah harus diperkuat agar anak memiliki pertimbangan matang dalam memilih pergaulan.
“Keselamatan dan masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan atau pengaruh lingkungan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan masa depan mereka sendiri,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara peran aktif orang tua dalam pengasuhan, pengawasan lingkungan sekitar, serta penegakan hukum oleh aparat kepolisian, diharapkan potensi kenakalan remaja dan ancaman terhadap keselamatan anak dapat ditekan secara maksimal (Zul).













