Indonews.web.id, Aceh,BANDA ACEH — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh kembali berinovasi dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rubanceh mulai membudidayakan tanaman air Azolla microphylla sebagai pakan alternatif alami bernutrisi tinggi untuk ternak.
Pengembangan budidaya Azolla ini difokuskan di area kolam buatan SAE Rubanceh.
Tanaman paku air yang kaya akan kandungan protein (mencapai 20–35 persen), asam amino, serta mineral ini dimanfaatkan untuk efisiensi pakan unggas, ikan, dan ternak ruminansia yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh menjelaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai langkah efisiensi anggaran belanja pakan komersial sekaligus memberikan wawasan keterampilan baru yang praktis bagi para warga binaan.
“Harga pakan ternak di pasaran terus mengalami kenaikan. Dengan membudidayakan Azolla secara mandiri di SAE Rubanceh, kita bisa menekan biaya pakan hingga 20 sampai 30 persen tanpa mengorbankan kualitas gizi dan gizi ternak,” ujarnya di lokasi pembinaan.
Ia menambahkan, proses budidaya Azolla terbilang cukup mudah dan memiliki masa panen yang sangat cepat.
Hanya dalam waktu 7 hingga 10 hari, tanaman air ini sudah dapat dipanen dan langsung dicampurkan ke pakan utama ternak.
Selain berfungsi sebagai efisiensi pakan ternak, program ini dibentuk sebagai bekal keterampilan wirausaha bagi para WBP.
Diharapkan, setelah menyelesaikan masa pidananya, para warga binaan memiliki keahlian dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan terpadu secara mandiri dan ramah lingkungan (Zul/Rls).













