Indonews.web.id, Tanggamus, KOTA AGUNG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kota Agung terus berinovasi dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Pada Rabu (01/04/2026), jajaran Rutan melaksanakan koordinasi strategis dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam membangun sinergi lintas instansi guna menciptakan program pembinaan berbasis sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Penyerahan Draft Kerja Sama (MoU)
Dalam pertemuan tersebut, Rutan Kota Agung yang diwakili oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, J.M. Prameswari, disambut hangat oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus, Rahmat Hidayat.
Pertemuan ini difokuskan pada penyampaian rencana kerja sama formal melalui penyerahan draft Memorandum of Understanding (MoU).
Pihak Rutan menyerahkan dokumen tersebut untuk dilakukan peninjauan serta pembahasan lebih mendalam dari sisi teknis maupun legalitas.
Fokus pada Pemanfaatan Lahan dan Hortikultura
Adapun ruang lingkup kerja sama yang diusulkan mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:
- Optimalisasi Lahan: Pemanfaatan area lahan yang tersedia di lingkungan Rutan untuk produktivitas pangan.
- Pembinaan Keterampilan: Pelatihan langsung bagi warga binaan dalam budidaya tanaman pangan dan hortikultura.
- Dukungan Teknis: Pendampingan dari tenaga ahli dinas terkait pemilihan bibit, teknik tanam, hingga perawatan tanaman.
”Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menjalin kerja sama strategis.
Kami berharap warga binaan memiliki keterampilan pertanian yang mumpuni sebagai bekal mereka saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar J.M. Prameswari.
Sinergi Positif untuk Ketahanan Pangan
Pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanggamus menyambut baik inisiatif ini. Rahmat Hidayat menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan kajian terhadap draft yang disampaikan sebagai dasar langkah tindak lanjut berikutnya.
Sinergi antara Rutan Kota Agung dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan lokal melalui aktivitas pertanian yang terukur (Zul).













