Tradisi Lebaran di Balik Jeruji: Hangatnya Kebersamaan Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung Menganyam Ketupat

Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Aroma khas hari kemenangan mulai terasa di dalam sela-sela blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, suasana penuh kekeluargaan menyelimuti area lapas saat para petugas dan warga binaan duduk bersama menganyam janur kuning menjadi wadah ketupat, Selasa (17/03/2026).

​Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi pemandangan yang menyejukkan, di mana sekat antara petugas dan warga binaan seolah melebur dalam semangat melestarikan tradisi Lebaran.

Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi

​Menganyam ketupat bersama bukan sekadar persiapan hidangan hari raya, melainkan sarana komunikasi yang efektif dalam proses pembinaan.

Jari-jemari petugas dan warga binaan tampak terampil menyusun helai demi helai janur, diiringi canda tawa dan obrolan ringan yang menumbuhkan rasa persaudaraan.

​Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi para warga binaan yang harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, sekaligus mengobati rasa rindu akan suasana rumah.

Pesan Kebersamaan dari Kalapas

​Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang diterapkan di institusinya.

​”Kegiatan ini tidak hanya untuk melestarikan budaya bangsa, tetapi juga untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara kita semua.

Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana di dalam lapas, sehingga warga binaan merasa tetap memiliki keluarga di sini,” ujar Jumadi.

 

Menumbuhkan Nilai Positif

​Melalui aktivitas tradisional ini, terpancar nilai-nilai kesabaran dan ketelitian yang juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian.

Ketupat yang dihasilkan nantinya akan menjadi pelengkap hidangan khas Lebaran yang dinikmati bersama saat hari raya tiba.

​Dengan adanya momen kebersamaan ini, Lapas Narkotika Bandar Lampung membuktikan bahwa pembinaan tidak selalu kaku, namun bisa dilakukan melalui pendekatan budaya yang menyentuh sisi kemanusiaan, menciptakan lingkungan yang kondusif, harmonis, dan penuh optimisme menyambut hari kemenangan (Zul).

Penulis: Zul Editor: Zul