Wujudkan Kemandirian Pangan, Lapas Way Kanan Optimalkan Budidaya Kacang Panjang dan Jagung

Indonews.web.id, ​Way Kanan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, warga binaan kini difokuskan pada optimalisasi lahan pertanian dengan melakukan pembuatan lanjaran kacang panjang dan penyulaman tanaman jagung pada Rabu (15/04/2026).

​Langkah ini merupakan bagian dari upaya Lapas Way Kanan untuk mencetak warga binaan yang terampil sekaligus memastikan ketersediaan pangan secara mandiri di dalam lingkungan Lapas.

Teknik Pertanian untuk Hasil Maksimal

​Dalam kegiatan yang berlangsung di area perkebunan Lapas tersebut, terdapat dua fokus utama yang dilakukan oleh petugas dan warga binaan:

  • Pembuatan Lanjaran (Ajir) Kacang Panjang: Warga binaan secara bergotong royong memasang lanjaran yang terbuat dari bambu.
  • Pemasangan ini berfungsi sebagai penopang agar tanaman kacang panjang dapat merambat tegak, tidak mudah rusak oleh cuaca, dan memudahkan proses pemanenan nantinya.
  • Penyulaman Tanaman Jagung: Untuk menjaga produktivitas lahan, dilakukan penyulaman atau penggantian bibit jagung yang tidak tumbuh optimal atau mati.
  • Hal ini bertujuan agar kepadatan tanaman di area kebun tetap terjaga sehingga hasil panen mencapai target maksimal.

Lebih dari Sekadar Bertani

​Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memiliki dimensi pembinaan yang kuat.

Berikut adalah manfaat utama dari program agribisnis di Lapas Way Kanan:

 

    1. Bekal Keterampilan: Warga binaan mendapatkan ilmu praktis mengenai tata cara bercocok tanam yang baik (Good Agricultural Practices).
    2. Kemandirian Organisasi: Memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas secara mandiri dan berkelanjutan.
    3. Persiapan Reintegrasi: Memberikan modal keahlian bagi warga binaan agar memiliki mata pencaharian yang layak setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke masyarakat.

​”Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang sangat bermanfaat sebagai bekal mereka saat bebas nanti,” tulis laporan kegiatan tersebut.

 

Harapan ke Depan

​Dengan pengelolaan lahan yang sistematis dan pendampingan rutin dari petugas, Lapas Way Kanan optimistis bahwa area perkebunannya dapat menjadi model percontohan bagi program ketahanan pangan di tingkat unit pelaksana teknis (UPT) lainnya.

Sinergi antara pembinaan manusia dan pengelolaan alam ini diharapkan mampu menghadirkan wajah pemasyarakatan yang lebih produktif dan bermanfaat bagi negara (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul