Indonews.web.id, Lampung Selatan, BAKAUHENI, LAMPUNG – Di tengah hiruk-pikuk arus mudik dan pengamanan ketat Operasi Ketupat Krakatau 2026, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menunjukkan sisi humanisnya.
Pada Minggu (15/3/2026) sore, aparat kepolisian turun ke jalan bukan untuk memeriksa surat-surat, melainkan untuk membagikan paket takjil gratis kepada para pemudik.
Kegiatan yang berlangsung di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan ini, menyasar para pengguna jasa kapal yang baru saja menginjakkan kaki di daratan dan bersiap melanjutkan perjalanan panjang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Kepedulian di Tengah Kelelahan Mudik
Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Fedro Alfianto, memimpin langsung aksi simpatik ini. Ia terlihat menyapa satu per satu pengendara dan penumpang yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
”Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif sambil berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang berpuasa di tengah perjalanan mudik.
Ini adalah bentuk kepedulian kami agar mereka merasa ditemani dan dihargai selama berada di kawasan pelabuhan,” ujar AKP Fedro.
Membangun Kedekatan Polri dan Masyarakat
Aksi bagi-bagi takjil ini bukan sekadar rutinitas Ramadan, melainkan strategi untuk menciptakan suasana mudik yang:
- Aman: Memberikan rasa tenang melalui kehadiran polisi yang ramah.
- Nyaman: Membantu pemudik yang mungkin kesulitan mencari hidangan berbuka saat masih dalam perjalanan.
- Religius: Menjaga kekhusyukan ibadah puasa meski dalam kondisi bepergian (musafir).
Pesan Keselamatan: “Polri Siap Membantu”
Selain membagikan paket berbuka, AKP Fedro Alfianto juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara.
Ia mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada terhadap potensi kelelahan dan tindak kriminalitas.
”Jangan lupa untuk selalu memperhatikan keselamatan diri dan keluarga. Jika terjadi kendala atau masalah darurat di jalan, segera hubungi Call Center 110.
Polri siap mengawal dan mengamankan perjalanan mudik masyarakat hingga sampai di tujuan,” pungkasnya (Zul).













