Lapas Kalianda Terapkan Transaksi Non-Tunai, Sosialisasi dan Distribusi Kartu BRIZZI kepada Warga Binaan

Indonews.web.idKALIANDA – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang modern, akuntabel, dan transparan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda resmi melaksanakan sosialisasi sekaligus pendistribusian kartu BRIZZI kepada warga binaan.

Program ini menjadi langkah konkret Lapas Kalianda dalam mendukung digitalisasi layanan melalui sistem transaksi non-tunai (cashless).

​Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (06/02) ini ditujukan untuk merombak pola transaksi konvensional menjadi sistem yang lebih tertib dan aman bagi seluruh penghuni lapas.

Edukasi Digital bagi Warga Binaan

​Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, warga binaan diberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme penggunaan kartu BRIZZI. Materi edukasi mencakup:

  • Mekanisme Transaksi: Cara melakukan pembayaran di kantin atau layanan lainnya di dalam lapas.
  • Manajemen Saldo: Proses pengisian saldo (top up) agar transaksi dapat berjalan lancar.
  • Keamanan Penggunaan: Pentingnya menjaga kartu agar terhindar dari penyalahgunaan.

​Dengan sistem ini, seluruh arus keuangan di dalam lapas menjadi lebih terkontrol, meminimalisir risiko kehilangan atau penyalahgunaan uang tunai yang kerap terjadi pada sistem konvensional.

Manfaat Nyata bagi Keluarga dan Warga Binaan

​Penerapan sistem cashless ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi solusi bagi keluarga di rumah.

Proses pengiriman uang dari keluarga kini menjadi lebih praktis, aman, dan tercatat secara sistematis. Hal ini memberikan transparansi penuh sehingga keluarga dapat memantau penggunaan dana dengan lebih tenang.

Komitmen Pelayanan Profesional

​Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Ben Nurrahman, menegaskan bahwa digitalisasi ini merupakan cerminan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan yang profesional dan berintegritas.

​”Penerapan kartu BRIZZI ini adalah upaya kami untuk memberikan kemudahan bagi warga binaan dalam bertransaksi.

Selain itu, ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas kami kepada pihak keluarga. Kami ingin memastikan bahwa sistem di dalam Lapas tetap aman, tertib, dan modern,” ujar Ben Nurrahman.

 

​Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Kelas IIA Kalianda terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjadikan lingkungan pemasyarakatan lebih teratur, dan menutup celah penyimpangan melalui pemanfaatan teknologi perbankan (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul