Asah Kemampuan Berbahasa, Warga Binaan Lapas Narkotika Lampung Antusias Ikuti Kelas Bahasa Inggris

Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus berkomitmen memberikan bekal intelektual bagi warga binaannya.

Hal ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan materi Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada Selasa (10/03).

​Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang pendidikan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis warga binaan selama menjalani masa pidana.

Belajar Fungsi Benda dalam Bahasa Inggris

​Pada sesi pertemuan kali ini, para warga binaan mempelajari materi bertajuk “Function of Things Around You” atau fungsi benda-benda di sekitar. Materi ini dirancang agar warga binaan dapat mengenal, menyebutkan, hingga menjelaskan kegunaan berbagai benda yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Bahasa Inggris.

​Metode pembelajaran dibuat secara interaktif, meliputi:

  • Diskusi Kelompok: Bertukar kosa kata baru terkait benda di lingkungan lapas.
  • Praktik Langsung: Menyebutkan fungsi benda secara lisan untuk melatih kelancaran berbicara (speaking).
  • Suasana Menyenangkan: Proses belajar yang aktif membuat warga binaan tidak canggung untuk mencoba berkomunikasi.

Komitmen Pemenuhan Hak Pendidikan

​Program PKBM ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap warga binaan.

Selain menambah wawasan global, penguasaan bahasa asing diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi.

​”Pendidikan adalah hak dasar. Dengan membekali mereka kemampuan bahasa, kita sedang membuka pintu kepercayaan diri mereka agar lebih siap saat kembali ke masyarakat nanti,” ungkap salah satu staf pembina di Lapas Narkotika Lampung.

 

Bekal Berharga Pasca-Bebas

​Melalui kelas Bahasa Inggris ini, pihak Lapas berharap warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memiliki soft skill yang kompetitif.

Ilmu pengetahuan yang didapat diharapkan menjadi modal berharga bagi mereka untuk memulai lembaran baru dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul