Indonews.web.id,KOTAAGUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung membuktikan bahwa tembok jeruji bukan penghalang untuk produktivitas.
Pada Senin (02/02/2026), suasana di balik tembok Lapas tampak berbeda dengan adanya giat panen sawi hijau sekaligus pembagian premi bagi warga binaan yang terlibat dalam berbagai program kemandirian.

Ketahanan Pangan dari Lahan Terbatas
Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kotaagung, Andi Gunawan, didampingi oleh Kasi Binadik Giatja dan Kasubsi Giatja. Dari lahan sarana asimilasi dan edukasi (SAE) yang dikelola dengan tekun, sebanyak 30 kg sawi hijau segar berhasil dipanen.
Hasil bumi tersebut tidak dijual ke luar, melainkan langsung diserahkan ke bagian dapur Lapas. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pangan sehat dan bergizi bagi seluruh penghuni Lapas, sekaligus sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Apresiasi dan Kemandirian
Tak hanya sekadar memanen sayuran, momen ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi. Kalapas secara simbolis membagikan premi (upah hasil kerja) kepada para warga binaan yang aktif di berbagai sektor keterampilan, meliputi:
- Bidang Perkebunan: Tim yang mengelola lahan hijau Lapas.
- Barbershop: Layanan pangkas rambut bagi sesama warga binaan.
- Laundry: Pengelolaan kebersihan pakaian dan tekstil.
”Ini bukan sekadar tentang angka atau jumlah sayur yang kita petik hari ini. Ini adalah tentang menumbuhkan harapan dan menciptakan kemandirian. Pembagian premi ini adalah bentuk pengakuan atas kedisiplinan dan jerih payah mereka,” ujar Andi Gunawan.

Menumbuhkan Harapan di Balik Tembok
Melalui program ini, Lapas Kotaagung berharap para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang nyata saat kembali ke masyarakat nanti.
- Kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian mampu mengubah sudut pandang warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif dan percaya diri (Zul).













