Indonews.web.id, Aceh,BANDA ACEH — Suasana Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Kajhu terasa berbeda pada Rabu (8/10/2026).
Bukan sekadar rutinitas pembinaan di balik tembok pemasyarakatan, rutan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara Kepala Rutan Hari Kurniawan, A.Md.IP., S.H., dan sejumlah wartawan dalam agenda coffee morning yang berlangsung sederhana namun penuh cerita.
Secangkir kopi menjadi pembuka percakapan di ruang kerja Karutan. Hari menyambut para awak media dengan suasana humanis diselingi canda tawa.
Dari meja kopi tersebut, obrolan bergeser membahas bagaimana rutan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga menjadi tempat perubahan, kreativitas, serta penyiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Usai berbincang, para wartawan diajak berkeliling melihat langsung pemanfaatan area rutan. Lahan seluas kurang lebih 350 meter persegi yang sebelumnya dipenuhi ilalang kini telah disulap menjadi kebun produktif.
Berbagai komoditas pangan seperti kangkung, jagung, kacang panjang, pakcoy, terong, daun sop, hingga seledri tumbuh subur di area yang sebelumnya tidak dimanfaatkan tersebut.
Program ketahanan pangan ini melibatkan langsung para warga binaan yang telah mendapatkan pembekalan terlebih dahulu. Mereka diajarkan cara menanam, merawat, hingga memanen hasil kebun.
”Keterampilan ini kami harapkan bisa menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan ketika nanti mereka selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hari.
Tak hanya sektor pertanian, Rutan Banda Aceh juga mengoptimalkan area terbatas lainnya untuk sektor peternakan dan perikanan.
Rombongan media melihat langsung aktivitas pengembangan ayam petelur, bebek, mentok, hingga kolam budidaya ikan lele dan nila. Menurut Hari, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Program pembinaan produktif ini turut didukung oleh para donatur serta kolaborasi dengan instansi terkait.
Sebelumnya, Rutan Banda Aceh telah menjajaki kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujong Batee untuk memberikan pelatihan keterampilan budidaya perikanan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah berupa keterampilan teknis dan peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas kelak (Zul/Rls).













