Indonews.web.id, Lampung, Bandar Lampung — Peran aktif orang tua dan keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah keterlibatan anak dalam aksi tawuran maupun penyalahgunaan narkotika.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, saat memimpin kegiatan cooling system bersama jajaran aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat di Aula Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung.
Kegiatan yang ditujukan untuk menjaga kondusivitas wilayah ini turut dihadiri oleh Lurah Sukarame, Bhabinkamtibmas, pamong setempat, serta para tokoh masyarakat.
Dalam forum tersebut, Kompol HD Pandiangan mengajak para orang tua untuk lebih peka dan intensif memantau pergaulan serta aktivitas anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Orang tua harus mengetahui aktivitas anak-anaknya, terutama ketika berada di luar rumah. Jangan sampai anak terlibat tawuran, baik sebagai pelaku maupun korban,” ujar Kompol HD Pandiangan.
Ia juga menekankan bahaya laten penyalahgunaan narkoba yang kerap mengincar usia remaja. Menurutnya, perhatian dan komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga dapat mencegah anak terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan negatif yang merusak masa depan.
“Pantau pergaulan anak-anak. Jangan sampai mereka terjerumus narkoba dan aksi tawuran,” tegasnya (30/10).
Selain menyoroti masalah kenakalan remaja, Kapolsek Sukarame turut mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Masyarakat diminta menerapkan langkah pencegahan mandiri, salah satunya dengan rutin menggunakan kunci pengaman tambahan saat memarkirkan sepeda motor.
Di akhir penyampaiannya, Pandiangan menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen warga dan pemerintah daerah.
“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya (Zul).













