Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung program Bimbingan Kerja (Bimker) di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung pada Minggu (22/02/2026).
Fokus kunjungan ini adalah melihat sejauh mana keberhasilan warga binaan dalam mengelola sektor peternakan ayam petelur dan produksi roti sebagai bekal kemandirian ekonomi.
Optimalisasi Sektor Peternakan dan Pangan
Dalam peninjauannya, Dirjenpas melihat secara detail proses perawatan ternak, manajemen kebersihan kandang, hingga hasil produksi telur yang dikelola secara profesional oleh warga binaan. Program ini dirancang bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sebagai pembekalan keterampilan yang memiliki nilai jual tinggi.
Selain sektor peternakan, Mashudi juga menyambangi unit produksi roti di dalam Lapas. Program manufaktur makanan ini dinilai sebagai langkah strategis karena memiliki potensi pasar yang luas.
Apresiasi dan Arahan Dirjenpas
Dirjenpas memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Lapas Narkotika Bandar Lampung atas konsistensi mereka dalam mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan aplikatif.
”Saya menekankan agar kegiatan ini terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas produksi, inovasi produk, maupun manajemen usahanya. Tujuannya agar produk dari dalam Lapas mampu bersaing di pasaran luas,” tegas Mashudi.
Membangun Masa Depan yang Mandiri
Program ayam petelur dan produksi roti ini diharapkan menjadi instrumen perubahan bagi warga binaan. Beberapa poin utama dari program ini adalah:
- Keterampilan Nyata: Memberikan keahlian teknis yang bisa langsung diterapkan setelah bebas.
- Kepercayaan Diri: Membangun mentalitas produktif selama menjalani masa pidana.
- Peluang Usaha: Menciptakan titik awal kehidupan baru yang mandiri di tengah masyarakat.
Kegiatan peninjauan ini menegaskan bahwa Lapas bukan lagi sekadar tempat penahanan, melainkan pusat produktivitas yang mencetak sumber daya manusia yang siap berwirausaha (Zul).













