Indonews.web.id, LAMPUNG SELATAN – Di saat sebagian besar orang masih terlelap, jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni justru turun ke lapangan untuk memastikan keamanan sekaligus berbagi kebahagiaan. Pada Jumat (20/2/2026) pukul 04.00 WIB, personel KSKP menggelar aksi sambang dan pembagian makan sahur di Terminal Reguler Pelabuhan Bakauheni.

Dipimpin langsung oleh KA KSKP Bakauheni, AKP Ferdo Elfianto, S.I.K., kegiatan ini menyasar para penumpang dan pengemudi yang tengah menunggu jadwal penyeberangan di tengah suasana bulan suci Ramadhan.
Patroli Dialogis dan Imbauan Keamanan
Sambil membagikan paket sahur, para personel KSKP melakukan patroli menyisir area terminal. Fokus utama adalah memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif menjelang waktu subuh.
Beberapa poin imbauan yang disampaikan kepada pengguna jasa pelabuhan antara lain:
- Waspada Barang Bawaan: Penumpang diminta teliti menjaga tas dan barang berharga.
- Cegah Kriminalitas: Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencopetan dan modus penipuan di area keramaian.
- Keselamatan Berkendara: Mengingatkan pengemudi untuk tetap berhati-hati saat memasuki kapal.
Pelayanan Humanis di Bulan Suci
AKP Ferdo Elfianto menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata pelayanan humanis Polri. Menurutnya, tugas polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung yang peduli pada kondisi fisik masyarakat di lapangan.
“Kami tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga berbagi makan sahur kepada para pengendara dan penumpang yang sedang dalam perjalanan. Ini sebagai wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar AKP Ferdo Elfianto.
Situasi Bakauheni Aman Terkendali
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib. Arus kendaraan serta penumpang di Terminal Reguler Pelabuhan Bakauheni terpantau lancar tanpa adanya gangguan menonjol.
Melalui langkah jemput bola ini, KSKP Bakauheni berharap dapat mempererat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menciptakan suasana mudik atau perjalanan yang nyaman, tertib, dan religius selama bulan Ramadhan (Zul).













