Indonews.web.id, Pesawaran, GEDONG TATAAN – Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, Achmad Rico Julian, bersama jajaran Komisi IV mengambil langkah strategis dalam mengawal implementasi Program Prioritas Nasional di daerah.
DPRD berupaya menjembatani sumbatan komunikasi yang sempat terjadi antara Pemerintah Daerah dan pihak pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesawaran.
Melalui rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini, pimpinan legislatif menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini berjalan tanpa hambatan administratif maupun teknis di lapangan.
Standar Perizinan: Bukan Hambatan, Tapi Perlindungan
Dalam pertemuan tersebut, DPRD menekankan bahwa aspek legalitas dan sertifikasi kelayakan operasional adalah harga mati. Hal ini mencakup standar kesehatan, keamanan pangan, hingga kualitas layanan dapur MBG.
”Kami memahami bahwa Makan Bergizi Gratis adalah program prioritas nasional yang butuh percepatan. Namun, percepatan harus tetap selaras dengan regulasi dan akuntabilitas. Standar hadir bukan untuk menghambat, tapi untuk saling melindungi—baik pengelola maupun penerima manfaat,” tegas Achmad Rico Julian.
Fokus pada Dampak Lingkungan dan Ekonomi Desa
DPRD Pesawaran tidak hanya menyoroti kualitas makanan, tetapi juga mendesak pengelola untuk memperhatikan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan lokal, di antaranya:
- Pengelolaan Limbah: Memastikan operasional dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.
- Pelibatan BUMDes: Mendorong sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa untuk rantai pasok bahan baku.
- Pemberdayaan Masyarakat: Mengutamakan tenaga kerja lokal agar program ini menjadi penggerak ekonomi desa.
Menyatukan Mindset Menuju Sukses Program
Dewan berharap seluruh pihak, baik eksekutif maupun pengelola dapur, memiliki kesatuan pandangan (mindset) yang sama. Fokus utama adalah menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama program gizi ini.
Dengan komunikasi yang kembali lancar dan kepatuhan terhadap aturan yang terjaga, Kabupaten Pesawaran optimis mampu menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang akuntabel dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat (Zul).













