Indonews.web.id, Lampung Utara ,KOTABUMI – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun syahdu di sela-sela jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi. Mengusung tema “Sambung Ayat, Sambung Hati, Sambung Harapan,” para warga binaan bersama petugas bersatu dalam kekhusyukan untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah jembatan spiritual yang meruntuhkan sekat antara petugas dan warga binaan. Di aula rutan, mereka duduk bersimpuh, saling menyambung lantunan ayat suci, menciptakan harmoni yang menghadirkan ketenangan di tengah keterbatasan ruang gerak.
Menemukan Ketenangan di Balik Tembok Pembinaan
Bagi para warga binaan, Ramadhan adalah momentum untuk berbenah. Cahaya Al-Qur’an yang bersinar di balik tembok pembinaan ini menjadi bukti bahwa jeruji besi tidak mampu membatasi seseorang untuk bertaubat dan mencari kedamaian batin.
”Di sini kami belajar bahwa harapan itu selalu ada. Melalui tadarus bersama ini, kami merasa lebih tenang dan diterima. Kami ingin keluar dari sini sebagai pribadi yang baru,” ujar salah satu warga binaan dengan mata berkaca-kaca.
Sinergi dan Semangat Perubahan
Pihak Rutan Kotabumi menegaskan bahwa pendekatan spiritual adalah kunci utama dalam proses pembinaan. Dengan “menyambung hati” melalui interaksi religius, diharapkan muncul semangat kolektif untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
- Mempererat Kebersamaan: Menghilangkan stigma dan membangun rasa kekeluargaan antara petugas dan warga binaan.
- Menumbuhkan Harapan: Meyakinkan warga binaan bahwa masa depan yang lebih cerah tetap menanti setelah masa pembinaan usai.
- Penguatan Mental: Menyiapkan kondisi psikologis warga binaan agar lebih siap menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.
Ramadhan di Rutan Kotabumi tahun ini menjadi pengingat bahwa di manapun kita berada, selama lantunan ayat suci masih bergema, harapan akan selalu menyala (Zul).













