Indonews.web.id, DUMAI – Gema ayat suci Al-Qur’an melantun syahdu di balik dinding Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai. Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggelar kegiatan Khatam Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan ceramah agama serta doa bersama, menciptakan suasana penuh kekhusyukan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, pegawai Rutan Dumai, serta para warga binaan yang tampak antusias mengikuti prosesi hingga akhir.
Sinergi Pembinaan Rohani bersama Kemenag
Keberhasilan program literasi Al-Qur’an di dalam Rutan ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kementerian Agama Kota Dumai melalui Tim Penyuluh Agama Islam KUA Dumai Kota.
Selama ini, para penyuluh tersebut aktif memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para penghuni Rutan. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua instansi dalam memastikan hak spiritual warga binaan tetap terpenuhi meski dalam masa pembinaan.
”Kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan kepribadian yang konsisten kami lakukan. Kami ingin para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tapi benar-benar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nanti,” ungkap pihak Rutan Dumai.
Apresiasi Lewat Sertifikat Khatam Al-Qur’an
Sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan dan ketekunan dalam mempelajari kitab suci, Rutan Dumai memberikan Sertifikat Khatam Al-Qur’an kepada para peserta. Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol keberhasilan transformasi diri dari kegelapan menuju cahaya ilmu agama.
Poin Penting dari Kegiatan Ini:
- Penguatan Mental: Mempersiapkan psikologis WBP menghadapi bulan puasa dengan hati yang bersih.
- Motivasi Berkelanjutan: Sertifikat diharapkan memicu semangat WBP lain untuk ikut memperdalam ilmu agama.
- Reintegrasi Sosial: Pembentukan karakter yang religius diyakini mampu menekan angka residivisme.
Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Melalui ceramah agama yang disampaikan, para warga binaan diajak untuk menjadikan momen Ramadhan sebagai titik balik (turning point) untuk berbenah.
Doa bersama yang dipanjatkan di akhir acara menjadi penutup yang menyentuh, memohon ampunan dan kekuatan agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar (Zul).













