Dari Dalam Jeruji ke Dunia Internasional: Warga Binaan Lapas Kelas 1 Bandar Lampung Kirim Cocopeat ke Jepang

 

Indonews.web.id, Bandar Lampung, Kamis (28/8). Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung mencatat sejarah gemilang dengan berhasil mengekspor karya warga binaan ke mancanegara.

 

Sebanyak 2 kontainer cocopeat atau serbuk kelapa, terdiri dari 1.500 polybag dengan total berat 45 ton, dilepas secara resmi untuk dikirim ke Jepang.

 

Komoditas pertanian organik ini merupakan hasil karya warga binaan melalui program kegiatan kerja yang dijalankan secara intensif di dalam lapas. Ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di balik jeruji bisa melahirkan produk bernilai ekonomi tinggi dan menembus pasar global.

 

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi strategis antara Lapas Kelas I Bandar Lampung dengan PT Coir Indonesia Global, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor produk turunan kelapa.

 

Melalui kerja sama ini, perusahaan memberikan pendampingan teknis, bimbingan standarisasi produk, serta akses ke pasar internasional, termasuk Jepang yang dikenal sangat ketat dalam menetapkan kualitas produk pertanian organik.

 

Dengan dukungan tersebut, warga binaan mampu memproduksi cocopeat yang memenuhi spesifikasi ekspor, mulai dari tingkat kehalusan, pH, hingga kadar garam yang sesuai permintaan pasar mancanegara.

 

Produk cocopeat dihasilkan dari pengolahan limbah sabut kelapa yang melimpah di wilayah Lampung. Dengan pendampingan dan pelatihan terstruktur, warga binaan dilibatkan dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan sesuai standar ekspor.

 

Selain memberikan keterampilan, program ini juga membentuk karakter kerja keras, disiplin, dan rasa percaya diri.

 

Hasilnya, produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar kualitas ketat yang ditetapkan oleh pasar Jepang, salah satu negara dengan tuntutan kualitas tertinggi di dunia.

 

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Ini adalah momentum yang sangat membanggakan.

 

Karya warga binaan kita tidak hanya bermanfaat di dalam lapas, tapi kini mampu berkontribusi bagi perekonomian nasional dan diakui di kancah internasional,” ujarnya.

 

Turut hadir dalam acara pelepasan ekspor, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Jalu Yuswa Panjang, yang memberikan apresiasi atas inovasi dan kinerja Lapas.

 

Dukungan dari Kanwil Ditjenpas Lampung terhadap program kemitraan produktif ini diharapkan dapat mendorong transformasi pemasyarakatan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas (Zul/Rls).

Penulis: ZulEditor: Zul