Indonews.web.id, JAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan proses reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan.

Melalui Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas DK Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program BERDAYA (Berdayakan Klien Pemasyarakatan untuk Daya Saing dan Wirausaha) bersama JAIL Foundation pada Selasa (28/7) di Aula Lantai 4 Kanwil.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menyusun model pembimbingan kemandirian yang terintegrasi, komprehensif, dan berkelanjutan.
Mendorong Kemandirian dan Pemberdayaan Berkelanjutan
FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Ade Kusmanto, Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa, Kasubsi Bimbingan Kerja Klien Dewasa, para Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) se-DK Jakarta, serta jajaran manajemen JAIL Foundation.
Dalam sambutannya, Wachid Wibowo menegaskan pentingnya transformasi peran pembimbingan kemasyarakatan agar tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga pada peningkatan mutu hidup klien.
”Program BERDAYA merupakan wujud komitmen Pemasyarakatan untuk menghadirkan pembimbingan yang lebih adaptif, produktif, dan berdampak.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, kami ingin memastikan Klien Pemasyarakatan memiliki keterampilan, kesempatan bekerja, maupun peluang berwirausaha sehingga siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tegas Wachid.
Sementara itu, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Ade Kusmanto menjelaskan bahwa Program BERDAYA merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Program ini dirancang untuk membangun ekosistem pembimbingan yang mampu membuka peluang kerja, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan kesejahteraan klien melalui sinergi lintas sektor.
Tahapan Integratif dan Penanganan Tantangan
Program BERDAYA mengintegrasikan seluruh tahapan pembimbingan secara rinci, meliputi:
- Asesmen Kebutuhan & Penyusunan Individual Development Plan (IDP)
- Pelatihan Keterampilan & Sertifikasi
- Magang & Penempatan Kerja
- Pendampingan Usaha, Monitoring, serta Evaluasi
Melalui FGD ini, teridentifikasi pula sejumlah tantangan yang menjadi fokus perbaikan, seperti belum optimalnya pemetaan potensi klien, masih adanya gap antara pelatihan dan kebutuhan dunia kerja, serta pentingnya penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
Sebagai langkah awal, Bapas Kelas I Jakarta Pusat telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project yang nantinya akan direplikasi secara bertahap ke seluruh Bapas di lingkungan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta.
Kolaborasi Strategis dan Ekosistem Kopi Berkelanjutan
Pelaksanaan Program BERDAYA didukung oleh berbagai mitra strategis, seperti Kementerian Ketenagakerjaan RI, Plan International Indonesia melalui Program YouRISE, serta JAIL Foundation.
Dalam sesi paparan, JAIL Foundation memperkenalkan pendekatan pemberdayaan berbasis Ethical Integrated Coffee Ecosystem (EICE).
Konsep ini mengintegrasikan pelatihan keterampilan (seperti pelatihan barista), pengembangan usaha, hingga penyerapan tenaga kerja guna menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi Klien Pemasyarakatan.
Melalui diskusi interaktif dan masukan dari seluruh peserta FGD, model implementasi Program BERDAYA terus disempurnakan agar dapat berjalan secara adaptif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi keberhasilan reintegrasi sosial masyarakat (Zul/Rls).













