Indonews.web.id, JAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat terus menemu-kenali formula terbaik dalam memberdayakan Klien Pemasyarakatan.
Komitmen ini dibuktikan lewat penguatan program unggulan BERDAYA (BErdayakan KLien Pemasyarakatan untuk Daya Saing dan WirausAha) yang dikolaborasikan bersama JAIL Foundation melalui program inovatif bernama Join Coffee.
Sinergi strategis ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta dan JAIL Foundation, bertempat di Aula Kanwil Ditjenpas DK Jakarta pada Rabu (15/07).
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Bapas Kelas I Jakarta Pusat, Ade Kusmanto, dan ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo, bersama Direktur JAIL Foundation, Toto Suroto.
Mengusung Konsep Ekosistem Kopi Terintegrasi
Program Join Coffee bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah program yang mengusung konsep Ethical Integrated Coffee Ecosystem (EICE). Melalui ekosistem ini, para Klien Pemasyarakatan akan mendapatkan intervensi pembimbingan yang menyeluruh, meliputi:
- Pelatihan keterampilan barista dan olah kopi profesional.
- Pendampingan intensif dan pengembangan orientasi usaha (wirausaha).
- Akses penempatan kerja nyata di industri kopi.
Dalam pembagian perannya, Bapas Jakarta Pusat bertindak di hulu untuk melakukan identifikasi serta seleksi ketat terhadap Klien Pemasyarakatan yang memenuhi kriteria.
Sementara di hilir, JAIL Foundation bersama Join Coffee menjadi motor penggerak yang memberikan pelatihan, pendampingan, hingga membuka akses langsung ke dunia kerja.
Komitmen Para Pimpinan Demi Reintegrasi Sosial
Kepala Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo, menyebutkan bahwa keterlibatan mitra strategis adalah kunci utama optimalnya proses reintegrasi sosial.
”Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembimbingan akan semakin optimal melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, sehingga semakin banyak Klien Pemasyarakatan yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan kembali produktif di tengah masyarakat,” jelas Wachid.
Senada dengan hal itu, Direktur JAIL Foundation, Toto Suroto, menegaskan misinya untuk memberikan “kesempatan kedua” bagi para klien melalui industri kopi.
”Melalui Join Coffee, kami ingin menghadirkan keterampilan, peluang kerja, dan harapan baru bagi Klien Pemasyarakatan agar mereka mampu membangun masa depan yang lebih baik,” kata Toto.
Mendorong Kemandirian dan Daya Saing
Di sisi lain, Plt. Kepala Bapas Kelas I Jakarta Pusat, Ade Kusmanto, mengungkapkan rasa optimisnya bahwa kolaborasi ini akan menjadi bahan bakar utama bagi perluasan dampak program BERDAYA.
”Program BERDAYA hadir untuk membekali Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan, daya saing, dan semangat berwirausaha. Melalui kolaborasi dengan JAIL Foundation, kami berharap semakin banyak Klien yang memperoleh kesempatan untuk mandiri, bekerja, dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ungkap Ade penuh harap.
Melalui langkah konkret ini, Bapas Jakarta Pusat kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai fasilitator pemulihan hidup.
Program BERDAYA diproyeksikan menjadi wadah berkelanjutan yang mampu mencetak eks-narapidana yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan siap membangun masa depan yang lebih produktif (Zul/Rls).













