Indonews.web.id Bandar Lampung, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung mengambil langkah strategis dalam penguatan fungsi pembinaan. Bertempat di lingkungan Lapas, sebanyak puluhan warga binaan menjalani Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk diusulkan sebagai ‘Tamping’ (Warga Binaan yang membantu tugas fungsi teknis), Jumat (13/02).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Arthayasa, didampingi oleh jajaran pejabat struktural terkait.
Seleksi Ketat Berdasarkan Prestasi
Sidang TPP ini bukan sekadar formalitas. Para warga binaan yang hadir telah melalui kurasi ketat, baik secara administratif maupun substantif. Beberapa poin utama yang menjadi indikator penilaian meliputi:
- Perilaku Sehari-hari: Rekam jejak sikap selama masa tahanan.
- Kedisiplinan: Ketaatan dalam mengikuti jadwal dan aturan internal.
- Keaktifan: Partisipasi dalam berbagai program pembinaan yang disediakan Lapas.
- Integritas: Kepatuhan total terhadap tata tertib tanpa pelanggaran.
Amanah dan Bentuk Kepercayaan
Dalam arahannya, Kasi Binadik Arthayasa menekankan bahwa posisi tamping adalah sebuah tanggung jawab moral.
”Pengangkatan tamping bukan sekadar pemberian tugas untuk membantu petugas. Ini adalah bentuk kepercayaan dan penghargaan atas perubahan sikap serta komitmen saudara-saudara dalam mengikuti program pembinaan. Proses seleksi kami lakukan secara objektif dan transparan,” ujar Arthayasa.
Menuju Pemasyarakatan yang Humanis
Melalui sidang ini, pihak Lapas berharap mereka yang terpilih dapat menjadi role model atau contoh positif bagi warga binaan lainnya. Langkah ini juga selaras dengan misi besar Lapas Narkotika Bandar Lampung untuk menciptakan lingkungan yang:
- Tertib & Aman: Membantu pengawasan mandiri antar warga binaan.
- Kondusif: Menjaga harmoni di dalam lingkungan hunian.
- Humanis & Berintegritas: Mengedepankan sistem pemasyarakatan yang memanusiakan manusia melalui pemberian tanggung jawab.
Kegiatan Sidang TPP ini berjalan dengan lancar dan menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan pembinaan yang akuntabel di lingkungan Lapas (Zul).













