Indonews.web.id, Riau ,Dumai– Dinding jeruji bukan penghalang untuk berkarya. Semangat kemandirian ini dibuktikan secara nyata oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang tata boga, mereka kini sukses memproduksi berbagai aneka kue berkualitas yang mulai diminati masyarakat luas.
Dari Mantau hingga Donat: Produk Unggulan “Rumai Cookery”
Dengan label “Rumai Cookery”, produk-produk hasil tangan dingin warga binaan ini tampil profesional. Berbagai varian kue yang dihasilkan antara lain:
- Mantau (Roti kukus khas yang lembut).
- Bolu Gulung dengan berbagai varian rasa.
- Curos yang renyah dan kekinian.
- Donat dengan berbagai topping menarik.
Seluruh proses produksi, mulai dari penimbangan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik pengemasan yang estetik, dilakukan sepenuhnya oleh warga binaan yang telah terlatih.
Kualitas Terjamin dan Bersertifikat Halal
Satu hal yang menjadi keunggulan utama “Rumai Cookery” adalah jaminan mutunya. Di bawah pengawasan ketat petugas Rutan, standar kebersihan dan higienitas menjadi prioritas utama di dapur produksi.
Lebih membanggakan lagi, produk-produk ini telah mengantongi sertifikat halal. Hal ini memastikan bahwa masyarakat umum tidak perlu ragu mengenai keamanan dan kelayakan konsumsi dari setiap gigitan kue yang mereka beli.
Modal Utama Pasca-Bebas
Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan investasi masa depan bagi para WBP.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Kami berharap, kemampuan yang mereka peroleh di sini dapat menjadi modal usaha yang nyata serta membuka peluang kerja secara mandiri setelah mereka menyelesaikan masa pidana nanti,” ujar Enang Iskandi.
Program ini membuktikan bahwa Rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah transformasi bagi individu untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri dan berdaya guna (Zul).













