Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, didampingi Kepala Seksi Binadik dan Giatja, mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema krusial: Transformasi Pemasaran Produk Warga Binaan Menuju Platform Digital.

Acara yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026) ini digelar di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan dihadiri oleh jajaran pimpinan pemasyarakatan di wilayah Lampung.
Membuka Gerbang Pasar Global
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Jalu Yuswa Panjang. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
”Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Produk warga binaan memiliki potensi besar, dan melalui platform digital serta e-commerce, kita akan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Jalu.
Poin Utama Transformasi Digital
FGD ini memfokuskan pembahasan pada beberapa strategi kunci untuk memajukan kemandirian warga binaan, antara lain:
- Migrasi ke E-Commerce: Memperkenalkan produk hasil karya warga binaan ke pasar daring (marketplace) untuk memudahkan akses pembeli.
- Peningkatan Daya Saing: Standarisasi kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk manufaktur umum.
- Kemandirian Ekonomi: Memastikan hasil penjualan dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian di dalam Lapas.
- Branding & Konten: Teknik pengemasan dan promosi produk yang menarik di media sosial.
Komitmen Lapas Kotaagung
Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan, menyatakan kesiapannya untuk segera mengimplementasikan hasil diskusi tersebut di Lapas Kotaagung. Menurutnya, inovasi digital adalah langkah nyata dalam memberikan bekal yang relevan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
”Dengan transformasi ke platform digital, produk-produk unggulan dari Lapas Kotaagung akan memiliki identitas yang lebih kuat dan akses pasar yang lebih luas. Ini bukan sekadar menjual barang, tapi membuktikan bahwa pembinaan kita berjalan efektif dan produktif,” pungkas Andi (Zul).













