Sentuhan Humanis di Lapas Kotaagung: Dialog KPLP Ajak Warga Binaan Jauhi Pelanggaran

Indonews.web.id, Tanggamus, KOTAAGUNG – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung pada Sabtu (28/03/2026).

Ratusan warga binaan berkumpul bukan untuk sekadar mendengarkan instruksi, melainkan mengikuti pengarahan dialogis yang disampaikan langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Rubyanto.

​Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang sarat makna, di mana pesan-pesan pembinaan disampaikan dengan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, menciptakan jembatan antara petugas dan warga binaan.

Tegaskan Kedisiplinan dan Perangi Narkoba

​Dalam arahannya, Rubyanto menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di dalam blok hunian.

Ia memberikan peringatan keras agar seluruh warga binaan menjauhi segala bentuk pelanggaran, terutama penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak proses pembinaan yang sedang dijalani.

​”Saya harap kalian semua bisa patuh terhadap aturan yang ada. Jangan coba-coba melanggar, apalagi terlibat narkoba. Itu hanya akan merugikan diri sendiri.

Gunakan waktu di sini untuk berubah, memperbaiki diri, dan siapkan masa depan yang lebih baik,” tegas Rubyanto di hadapan para warga binaan.

 

​Pesan ini disampaikan sebagai pengingat bahwa masa depan yang lebih cerah masih bisa diraih jika mereka mampu disiplin dan menghargai kesempatan kedua yang diberikan.

Komitmen Pelayanan dan Keamanan

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kotaagung, Andi Gunawan, menyatakan bahwa pengarahan rutin ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan layanan terbaik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

​”Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif melalui komunikasi yang baik,” ujar Andi.

Ia berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan setiap arahan tersebut sebagai motivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik dan menjalani masa pembinaan dengan penuh kesungguhan.

​Melalui pendekatan yang persuasif ini, Lapas Kotaagung membuktikan bahwa penegakan aturan tidak selalu harus kaku, namun bisa dilakukan melalui dialog yang membangun kesadaran diri demi perubahan perilaku yang permanen (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul