Sinergi Produktif: Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung Produksi Roti Bersama Peserta Magang Kemnaker dan Mahasiswa

Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus memacu produktivitas warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.

Kali ini, warga binaan unjuk kebolehan dalam memproduksi roti berkualitas yang dikerjakan bersama para peserta magang, Kamis (12/03/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di area bengkel kerja (Bengker) Lapas ini tidak hanya melibatkan penghuni lapas, tetapi juga mendapat dukungan langsung dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI serta mahasiswa dari Universitas Malahayati.

Kolaborasi Lintas Sektor

​Proses produksi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku yang higienis, pengolahan adonan dengan teknik yang tepat, hingga proses pemanggangan (烘焙) menggunakan peralatan standar industri.

Semangat kebersamaan terlihat jelas saat para warga binaan berbagi tugas dengan para mahasiswa dan peserta magang dalam setiap tahapan pembuatan roti.

​Keterlibatan pihak luar seperti Kemnaker dan Universitas Malahayati bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan (knowledge sharing) sekaligus melihat langsung efektivitas program pembinaan keterampilan yang dijalankan di dalam Lapas.

Bekal Kemandirian dan Jiwa Wirausaha

​Pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu pilar utama dalam mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

​”Kami ingin setiap warga binaan memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Dengan memproduksi roti secara rutin, mereka tidak hanya belajar teknis memasak, tetapi juga mengasah kedisiplinan dan menumbuhkan jiwa wirausaha,” tulis pernyataan resmi pihak Lapas.

 

Mendorong Dampak Positif

​Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Bandar Lampung berharap stigma negatif terhadap warga binaan dapat terkikis melalui karya-karya nyata yang produktif.

Program pembuatan roti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu unit bisnis unggulan yang mampu bersaing di pasar lokal.

​Dengan adanya bimbingan dari peserta magang profesional dan akademisi, kualitas produk yang dihasilkan pun terus meningkat, membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukan penghalang untuk terus berkarya dan berinovasi (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul