Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Suasana kekeluargaan menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung pada Rabu (11/03).

Jajaran petugas dan pejabat struktural berkumpul dalam agenda buka puasa bersama, sebuah kegiatan yang ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan di tengah padatnya rutinitas selama bulan suci Ramadan.
Menjaga Integritas melalui Kebersamaan
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diawali dengan tausiyah singkat. Dalam pesan rohaninya, penceramah mengajak seluruh jajaran petugas untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk:
- Meningkatkan Keimanan: Memperdalam spiritualitas sebagai bekal ketenangan dalam bekerja.
- Memperkuat Integritas: Menjaga martabat dan profesionalisme sebagai abdi negara.
- Menyemai Semangat Pengabdian: Mengingatkan kembali tanggung jawab mulia dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Bukan Sekadar Tradisi
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menekankan bahwa buka puasa bersama ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan.
Bagi beliau, momen ini adalah kunci dalam membangun iklim kerja yang harmonis.
”Kebersamaan seperti ini adalah sarana kita untuk mempererat hubungan kekeluargaan. Ketika soliditas antarpetugas kuat, maka koordinasi dan kinerja dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan akan jauh lebih optimal,” ungkapnya di sela-sela acara.
Memperkokoh Solidaritas Internal
Kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama dan santap buka puasa ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Menanggalkan sejenak atribut formal pekerjaan, seluruh pegawai mulai dari pejabat struktural hingga jajaran staf terlihat membaur, menunjukkan sisi humanis dan kekompakan tim yang solid.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada target kerja, tetapi juga memelihara kesehatan mental dan hubungan emosional antarpegawai.
Semangat kebersamaan yang terjalin selama Ramadan ini diharapkan menjadi energi tambahan bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan (Zul).













