Kreatif dan Produktif: Di Tangan Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung, Limbah Kayu Disulap Jadi Miniatur Bernilai Seni

Indonews.web.id, BANDAR LAMPUNG – Tembok tinggi penjara tidak menjadi penghalang bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung untuk terus berkarya.

Pada Senin (09/03/2026), deretan karya seni berupa miniatur kendaraan berbahan dasar kayu hasil kreativitas warga binaan dipamerkan sebagai bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian.

​Berbekal keterampilan, ketelitian, dan kesabaran, para warga binaan memanfaatkan potongan kayu yang awalnya tidak bernilai menjadi replika kendaraan yang mendetail, mulai dari mobil, truk, hingga kapal pinisi yang megah.

Proses Detail dan Presisi

​Proses pembuatan miniatur ini dilakukan secara bertahap dan profesional di dalam bengkel kerja Lapas.

Dimulai dari pemilihan jenis kayu, pemotongan bahan sesuai pola, perakitan yang presisi, hingga tahap finishing atau pengecatan yang membuat tampilan miniatur terlihat rapi dan menarik.

​Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengubah pola pikir dan perilaku warga binaan agar lebih produktif selama menjalani masa pidana.

​”Melalui kegiatan kerajinan ini, warga binaan tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga memiliki peluang untuk menghasilkan karya yang bernilai ekonomi serta menjadi bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujar Jumadi.

 

Bekal Mandiri Pasca-Bebas

​Program pembinaan kemandirian ini diharapkan dapat menjadi “senjata” bagi warga binaan saat telah menyelesaikan masa hukuman.

Dengan keahlian pertukangan dan seni yang mumpuni, mereka diharapkan mampu membuka peluang usaha sendiri dan tidak lagi terjerumus ke jalan yang salah.

​Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus berkomitmen memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk mengeksplorasi potensi diri.

Hasilnya, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang patuh hukum, tetapi juga mandiri dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat (Zul).

Penulis: ZulEditor: Zul