Indonews.web.id, Bandar Lampung – Kewaspadaan terhadap peredaran gelap narkoba terus ditingkatkan oleh jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Pada Selasa (6/1/2026), Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati menginstruksikan pelaksanaan tes urin.
Target kali ini cukup spesifik, yakni para Warga Binaan yang bertugas sebagai tenaga pendamping (tamping) kebersihan.
Pemilihan target ini bukan tanpa alasan. Para warga binaan ini adalah mereka yang memiliki mobilitas cukup tinggi di area kantor dan kerap berinteraksi atau berada di sekitar petugas dalam menjalankan tugas kebersihannya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kepercayaan yang diberikan tidak disalahgunakan.
Dalam keterangannya, Febriansyah, Kepala KPLP saat mengawasi menegaskan bahwa kedekatan dengan petugas bukan menjadi jaminan imunitas.
Justru, pengawasan terhadap mereka harus lebih ketat untuk menutup celah potensi penyelundupan atau penyalahgunaan narkoba di area vital.
“Tes urin ini untuk memastikan sterilitas. Walaupun mereka ini tamping yang setiap hari ada di sekitar petugas, menjaga kebersihan kantor, kita tidak boleh lengah.
Kita harus pastikan tidak ada penyelewengan narkoba bahkan penyelundupan yang memanfaatkan akses mereka. Kami mau pastikan lingkungan ini benar-benar steril,” tegas Febriansyah usai memantau jalannya pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara teliti oleh tim Klinik Passai seluruh sampel urin yang diambil dinyatakan Negatif (-). Tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkoba pada para tamping kebersihan tersebut.
Hasil ini menjadi bukti bahwa pengawasan melekat yang dilakukan jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung berjalan efektif dalam menjaga komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) (Zul/Rls).













