Tinjau Pabrik ‘Raja Bakery’, Kabid Giatja Dorong WBP Bersertifikat BNSP Tularkan Ilmu ke Rekan Sejawat

Indonews.web.id, Bandar Lampung – Aroma harum roti segar memenuhi area Bengkel Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung pada Selasa (6/1/2026).

 

Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja), Medi Oktafiansyah, turun langsung meninjau operasional “Pabrik Roti” Raja Bakery untuk memastikan roda produktivitas program pembinaan kemandirian tetap berputar kencang di awal tahun ini.

 

Dalam kunjungannya, Medi Oktafiansyah memantau detail proses produksi produk unggulan Lapas tersebut, mulai dari pengadonan hingga pengemasan. Ia memberikan suntikan semangat kepada para Warga Binaan yang sedang bekerja.

 

Menariknya, dapur produksi ini tidak hanya diisi oleh pekerja biasa, melainkan dimotori oleh WBP yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai Pastry Cook.

 

Kehadiran para “koki roti” bersertifikat ini menjadi aset berharga. Medi menekankan pentingnya peran mereka bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai mentor.

 

Ia mendorong agar ilmu pastry standar nasional yang mereka miliki ditularkan kepada rekan-rekan sesama warga binaan yang baru bergabung (regenerasi), sehingga tercipta siklus transfer ilmu yang berkelanjutan.

 

“Kalian yang sudah bersertifikat BNSP Pastry Cook, jadilah contoh dan mentor bagi yang lain. Tularkan ilmunya agar standar rasa Roti Raja Bakery tetap terjaga.

 

Ke depan, kita akan agendakan pelatihan lanjutan. Tujuannya agar semakin banyak warga binaan kita yang tersertifikasi, punya skill profesional, dan siap kerja saat bebas nanti,” ujar Medi Oktafiansyah memotivasi.

 

Melalui strategi transfer of knowledge dan rencana pelatihan berkelanjutan ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung bertekad mengukuhkan “Raja Bakery” sebagai produk unggulan yang kompetitif, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap mandiri (Zul/Rls).

Penulis: ZulEditor: Zul