Indonews.web.id, Bandar Lampung – Konsistensi pengawasan layanan dasar kembali diperlihatkan oleh Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati. Pada Selasa pagi (6/1/2026), Kalapas turun langsung melakukan inspeksi ke Dapur Sehat didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Manuel Yunesi, beserta Kepala Seksi Perawatan dan Komandan Jaga.
Fokus utama kunjungan ini adalah memvalidasi akurasi stok bahan pangan dan mencegah kebocoran distribusi.
Dalam sidak tersebut, Ike Rahmawati memeriksa dengan teliti kesesuaian antara data pengadaan dengan fisik bahan makanan yang tersedia.
Ia juga memantau aktivitas para juru masak dari kalangan warga binaan yang telah bersertifikasi, memastikan proses pengolahan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kehadiran pejabat struktural lintas bidang, termasuk Kabag TU, menegaskan bahwa pengawasan di Lapas Kelas I Bandar Lampung dilakukan secara berlapis dan transparan.
Di hadapan petugas dan staf dapur, Kalapas memberikan peringatan keras (warning) agar tidak ada permainan dalam pengelolaan jatah makan.
Ia menegaskan bahwa kualitas makanan berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan blok hunian.
“Ini adalah bagian vital dari pelayanan kita. Makanan adalah sumber nutrisi utama bagi seluruh warga binaan, jadi pastikan stoknya sesuai dan higienis. Jangan sampai ada penyelewengan sekecil apapun, apalagi mengurangi takaran atau mengabaikan kebersihan. Jika nutrisi mereka terpenuhi dengan baik, kesehatan terjaga, suasana Lapas pun akan aman,” tegas Ike Rahmawati.
Pengecekan rutin ini menjadi bukti komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam menjamin hak-hak dasar warga binaan.
Dengan memastikan dapur ‘ngebul’ secara profesional dan bebas korupsi, Lapas berupaya menghadirkan pelayanan yang memanusiakan manusia serta menjaga kepercayaan publik (Zul/Rls).













