Indonews.web.id, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia yang baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/09) sore.
Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pelantikan ini menjadi bagian dari reshuffle kabinet yang keenam kalinya di masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Usai dilantik, Suahasil mengungkapkan bahwa fokus utamanya adalah memastikan keuangan negara tetap sehat dan terpercaya sebagai instrumen vital pelaksanaan program pemerintah.
”Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan dan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil di Istana Negara.
Menanggapi perombakan ini, peneliti CSIS Nicky Fahrizal menilai penunjukan Suahasil mencerminkan kesadaran pemerintah atas rentannya kondisi ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa tantangan utama Menkeu baru mencakup konsolidasi fiskal APBN serta pendorongan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kabar reshuffle sendiri berembus sejak Senin siang dan makin kuat saat Menko PMK Pratikno mengonfirmasi adanya agenda pelantikan di Istana.
Kehadiran Suahasil di kompleks Istana sekitar pukul 14.45 WIB semakin memperjelas kabar penetapannya. “Saya memang ditelepon, diminta ke Istana,” ucapnya singkat saat tiba.
Profil dan Perjalanan Karier Suahasil Nazara
Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang ekonomi:
- Sarjana Ekonomi (S.E.): Universitas Indonesia (1994)
- Master of Science (M.Sc.): Cornell University, AS (1997)
- Doctor of Philosophy (Ph.D.): University of Illinois at Urbana-Champaign, AS (2003)
Suahasil mengawali kariernya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999 hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) Ilmu Ekonomi pada 2009.
Di lingkungan FEB UI, ia pernah memegang berbagai posisi strategis, seperti Kepala Lembaga Demografi (2005–2008) dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013).
Selain aktif di pengurusan ISEI, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) periode 2009–2015 (Zul).













