Dibalik Jeruji Rutan Singkil, Menemukan Harapan di Balik Luka: Pembinaan Rohani Nasrani Tekankan Kekuatan Iman

Indonews.web.id, Aceh, Singkil, Januari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Pembinaan Kepribadian (Ibadah Kebaktian Nasrani) yang digelar hari ini.

Dengan mengusung tema pemulihan dan keteguhan hati, ibadah ini menjadi oase spiritual bagi para jemaat yang hadir untuk memperkuat fondasi iman dalam menghadapi tantangan hidup.

Pesan Penguatan: Pelangi Setelah Badai

​Dalam sesi renungan, ditekankan sebuah pesan puitis namun mendalam: “Selalu ada pelangi setelah badai.” Kalimat ini menjadi pengingat bahwa masa-masa sulit atau “badai” kehidupan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses menuju keindahan yang telah dijanjikan.

​Pembina kerohanian menyampaikan bahwa setiap individu pasti melewati masa sulit, namun keyakinan akan rencana dan waktu Tuhan adalah kunci utama untuk sembuh.

“Percayalah rencana dan waktu Tuhan mampu mengobati segala luka,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Landasan Firman: Yesaya 41:10

​Sebagai fondasi utama pembinaan kali ini, jemaat diajak mendalami kitab Yesaya 41:10, yang berbunyi:

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

 

​Ayat ini memberikan tiga poin penguatan utama bagi peserta pembinaan:

  1. Penyertaan: Janji bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendirian.
  2. Keteguhan: Tuhan memberikan kekuatan di tengah kebimbangan.
  3. Kemenangan: Jaminan pertolongan yang nyata melalui “tangan kanan” Tuhan.

Harapan Kedepan

​Melalui kegiatan rutin Pembinaan Kepribadian ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan ketenangan batin secara sesaat, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang.

Fokus utamanya adalah mengubah cara pandang terhadap masalah: dari rasa takut menjadi rasa percaya penuh pada kedaulatan Tuhan.

​Ibadah ditutup dengan doa bersama untuk pemulihan bagi mereka yang sedang berbeban berat, agar mereka mampu melihat “pelangi” yang dijanjikan setelah badai berlalu (Zul/Rls).

Penulis: ZulEditor: Zul